STRAIGHT NEWS


Pemberhentian Ajudan Wali Kota Kediri, Karena Terlibat Perselingkuhan
Oleh : Ira Ervina (14.1.01.07.0048)
KEDIRI - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersikap tegas dengan memberhentikan sementara ajudannya Gz.Termasuk kasus dugaan perselingkuhan ajudannya tetap diproses oleh Inspektorat.
"Sekarang untuk ajudan sudah saya stop dandia (Gz) harusmengikutiprosesnya," tandas Mas Abu, sapaanakrabWaliKota  Kedirikepadawartawan, Selasa (14/3/2017).Ditambahkan, terkaitmasalah yang dialamiajudannya, Wali Kota menyebutkan, jikamasalahitutidakbenarterjadipihaknyabersyukur.
Namunjikamemangterjadi, makaInspektoratharusmenghukumdanmemberikansanksi.Dijelaskan Mas Abu, terkaitmasalah yang dialamiajudannyatermasukmasalah personal, sehinggabukanmenjadiurusannya, tapiditanganiolehInspektorat.
Rzmelaporkanistrinya RO kepadaatasannya di Kantor KominfoPemkot Kediri.Masalahnya, RO yang jugakepalabidang (Kabid) di kantoritudidugaberselingkuhdenganGz, ajudanWali Kota Kediri.
Rz yang merasatelahdikhianatiistrinyakemudianmengunggahcurhatkejejaring media sosial. CurhatanRzinilaludengancepatmenyebar di medsos.


Terduga Teroris di Kampung Inggris Baru Sebulan Kursus Bahasa Arab
Oleh : Ira Ervina (14.1.01.07.0048)
KEDIRI - Mahbub (36), terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri ternyata baru sebulan tiba di Kampung Inggris, Pare,Kediri.  Selama di Pare, Mahbub menginap dan mengikuti kursus bahasa Arab di Lembaga Al Ashriyyah, Jl Asparaga, Kampung Inggris, Pare.
Menurut Muhamaad Lutfi Hakim, pengelola Lembaga Al Ashriyyah, pihaknya tidak mengetahui latar belakang dari terduga teroris Mahbub. "Rencananya kursusnya berlangsung dua bulan. Yang bersangkutan baru sebulan mengikuti kursus di tempat kami," ungkap Muhamaad Lutfi Hakim, Senin (13/3/2017).
Selama di tempat kursus, tidak ada perilaku yang aneh terhadap Mahbub. Terduga juga bergaul layaknya peserta kursus yang lain. Dari identitasnya, Mahbub merupakan warga Jl Hanjala, Toli- Toli, Sulawesi Tengah (Sulteng). "Terduga di tempat kami ikut kursus Bahasa Arab," jelasnya.
Dalam keseharian, Mahbub juga belajar layaknya para peserta kursus yang lain. "Termasuk buku-buku yang dipelajari juga buku pelajaran seperti peserta kursus lainnya," tambahnya. Lutfi Hakim mengaku tidak menaruh curiga karena dalam keseharian juga berperilaku normal. Termasuk aktif mengikuti kursus dan kegiatan keagamaan. "Alasan datang ke lembaga kursus kami ingin belajar Bahasa Arab," jelasnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

FEATURE

FEATURE oleh Rifa Faiza A (14.1.01.07.0082)