"BERITA LANGSUNG"

OLEH : RIFFA FA'IZZA A (14.1.01.07.0082)
PBSI / UN PGRI  KEDIRI


Tradisi Nyadran, Tradisi yang Harus Dilestarikan
PURWOASRI-Warga Desa Muneng telah melaksanakan tradisi nyadran yang dilaksanakan di Desa Muneng, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, pada bulan ruwah (syakban, bulan ke-8 tahun Hijriah) hari Jumat pahing, namun bila tidak ada Jumat pahing dalam bulan ruwah tersebut, maka bisa digantikan dengan hari Jumat legi, pada tahun ini nyadran di Desa Muneng dilaksanakan pada Jumat pahing, tepatnya jatuh pada hari Jumat (12/05). Tradisi nyadran ini sudah terjadi secara turun temurun.
Kegiatan nyadran Desa Muneng ini dikatakan unik dan juga menarik tetangga desa untuk sekedar melihat atau bahkan turut berdoa, karena kegiatannya tidak hanya membagikan makanan kepada tetangga atau kerabat dekat namun kegiatannya adalah diadakan tahlil di area makam Desa Muneng, masyarakatnya juga berbondong bondong untuk membawa tumpeng atau berkat ke area makam. Membawa tumpeng atau berkat ini bertujuan untuk shadaqah satu sama lain. Warga Desa Muneng tidak membatasi jika yang datang harus warga Desa Muneng, namun juga ada dari luar Desa Muneng.
Tujuan dari tradisi nyadran ini adalah supaya desa tentram, selamat, diberi kelancaran rejeki, dan usaha bisa berhasil baik dari pedagang, petani, hingga pekerjaan lainnya, selain itu juga mengingatkan untuk selalu dekat dengan-Nya, bahwa manusia semua akan menghadap-Nya.
Tradisi bersih desa ini harus tetap dilestarikan, karena dalam tradisi ini mempunyai nilai, antara lain untuk mendoakan orang orang yang telah mempunyai kehidupan berbeda dan juga untuk shadaqah, berbagi dengan sesama, ujar Slamet Ashari selaku Kepala Desa Muneng.
Box VS CBR, Satu Tewas
PURWOASRI-Kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah perbatasan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk. Peristiwa itu berada di Jalan Raya Kediri Kertosono, masuk Desa Muneng Kecamatan Purwoasri, kemarin (01/04). Akibatnya pengendara Honda CBR, Adi Prayoga warga Kabupaten Tulungagung tersebut tewas setelah beberapa jam dirawat di rumah sakit.
Berdasarkan informasi yang didapat, kecelakaan yang terjadi pada hari Sabtu (01/04) sekitar pukul 16.00 kemarin diawali dari mobil box berwarna hitam yang melaju dari arah selatan menuju ke utara dan dengan kecepatan yang tinggi menyalip mini bus avanza yang ada didepannya kemudian dari arah berlawanan melaju motor Honda CBR yang dikemudikan oleh korban, tabrakan pun tidak isa dihindari. Akibatnya kaki korban putus sampai paha. Mungkin keduanya mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi jadi masing masing tidak bisa menghentikan laju kendaraannya sehingga tidak bisa menghindari kecelakaan maut tersebut, ungkap Amelia, salah seorang yang menyaksikan kecelakaan tersebut.
Sementara itu, sopir mobil box melarikan diri hingga orang yang mengetahui kecelakaan tersebut langsung mengejar pelaku dan pelaku telah diamankan di Polsek Purwoasri beserta mobil dan motor yang terlibat kecelakaan.  Ban mobil box yang ditumpangi pelaku kondisinya gembos, imbuh Amelia. Orang orang yang belum tahu bahwa mobil box tersebut telah menabrak orang di deaerah selatan menduga dan mengatakan bahwa Itu bannya gembos, biasanya kalau gembos gitu berarti habis menabrak orang. Gembos kok tetap dipakai, ujar Suwito, penjaga jalan diperempatan.
Adanya kejadian tabrakan tersebut membuat warga di sekitar lokasi berbondong bondong melihat TKP. Warga menghubungi petugas agar segera ditangani, lalu polisi dan ambulance datang dan segera mengangkut korban yang sudah tak berdaya ke RSUD Kertosono, namun setelah beberapa jam di rumah sakit nyawa korban tak bisa ditolong. Akibat dari kejadian itu memang sempat terjadi kemacetan, namun tidak terlalu parah dan bisa diurai, jelas Zainul yang rumahnya berdekatan dengan TKP tersebut.
Panjang Tangan, diganjar Maksimal 7 Tahun Penjara
              PLEMAHAN-Desa Mojokerep, Kecamatan Plemahan mendadak ramai setelah tertangkapnya warga desa tersebut yaitu Darmaji, pada Selasa (4/4/2017) atas kasus pencurian.
              Kasus pencurian ini terungkap ketika Polres Kediri mendapatkan laporan dari seseorang yang memiliki toko handphone dan aksesoris di Kecamatan Gampengrejo tersebut. Selain itu, ada korban yang melapor lagi yaitu Binti, pemilik toko pracangan yang tinggal di Kecamatan Plemahan tersebut mengaku bahwa kehilangan barang dagangannya. Karena laporan tersebut anggota dari Polres Kediri berhasil menangkap para pelaku pencurian bersama barang bukti.
            Resah kalau ada maling di desa ini,  dan nggak menyangka ternyata malah tetangga sendiri yang mencuri, jadi nggak tega buat pergi ninggalin rumah dan tetap waspada sama tetangga, apalagi malingnya masuk dengan cara mencongkel kata Irma selaku warga desa Mojokerep tersebut.
             Darmaji tidak sendirian, ia dibantu oleh 3 orang, dan beberapa dari temannya tersebut adalah warga desa Mojokerep sendiri. Mereka mempunyai peran masing masing dalam beraksi. Pencuri itu telah banyak beraksi di berbagai tempat.
             Tidak ada korban dari kasus pencurian yang dilakukannya tersebut, hanya saja barang dari si pemilik dibawa kabur oleh  pencuri itu dan mengambil barang yang kiranya cepat untuk dijual. Uang yang telah didapat dari hasil curian tersebut dihabiskan untuk hal hal yang bersifat negatif.
          Alhamdulillah, pelaku berhasil ditangkap, tapi belum lega karena masih ada 3 orang pencuri yang masih berkeliaran, semoga anggota Polres Kediri bisa segera menangkap pelaku kata Wijayanti selaku penduduk Desa Mojokerep. Atas perbuatannya itu, mereka terancam hukuman maksimal 7 tahun kurungan  penjara.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

FEATURE

FEATURE oleh Rifa Faiza A (14.1.01.07.0082)