Feature
Oleh : Ira Ervina (14.1.01.07.0048)
Dengan Tips Ini, Sepatumu Akan Kembali Bersih dan Terlihat Seperti Baru Lagi!
Oleh : Ira Ervina (14.1.01.07.0048)Sepatu adalah salah satu bagian terpenting dari sebuah penampilan. Coba bayangkan kalau kita tidak memakai sepatu, kaki kita akan kotor terkena tanah atau pasir dan pastinya berbahaya karena bisa saja kita menginjak sesuatu yang tajam. Selain itu, sepatu juga merupakan penyempurna penampilan. Ini dibuktikan dengan banyaknya ragam sepatu yang ada di dunia.
Walaupun dibuat untuk menginjak tanah, sepatu tidak bisa kamu biarkan kotor setiap saat. Bukan hanya akan menjadi sarang bakteri saja, tetapi juga bisa merusak sepatu itu sendiri. Tapi, bagaimana sih cara membersihkan sepatu yang benar? Nih, saya punya tips untuk membersihkan sepatu yang berbahan kulit dengan menggunakan aseton (pembersih cat kuku).
Sepatu dapat dibersihkan sesuai dengan jenis bahannya, tidak semua jenis sepatu dapat dibersihkan dengn aseton. Goresan pada sepatu yang dapat dibersihkan dengan aseton adalah sepatu yang terbuat dari bahan kulit. Caranya adalah sebagai berikut :
Siapkan sepatu yang akan dibersihkan (sepatu yang terbuat dari bahan kulit).
Siapkan aseton dan kapas yang akan digunakan untuk membersihkan sepatu tersebut.
Tuangkan sedikit aseton pada kapas yang sudah disediakan.
Gosokkan kapas pada bagian permukaan sepatu yang tergores atau kotor hingga bersih.
Sangat mudah bukan cara membersihkannya? tidak perlu menggunakan sikat ataupun detergen untuk membersihkannya cukup menggunakan aseton dan kapas saja. Sekarang sepatunya sudah bersih dan siap untuk dipakai beraktivitas. Selamat mencoba!
Biografi Artis Graffiti “Shandy Sack’it”
Oleh : Ira Ervina (14.1.01.07.0048)
Graffiti merupakan coretan – coretan yang ada pada dinding dengan menggunakan warna, garis, bentuk untuk menuliskan sebuah kata, simbol, atau kalimat tertentu.
Shandy Sack’it adalah salah satu artis graffiti yang berasal dari Nganjuk, Jawa Timur. Shandy Raga Malak Pamula, itulah nama asli dari Shandy Sack’it. Lahir di Jakarta, 22 Agustus 1989. Shandy merupakan anak pertama dari 2 bersaudara.
Shandy mengenyam pendidikan di Jakarta, mulai dari taman kanak - kanak di TK Brimop Kalideres (Jakarta Barat), jenjang sekolah dasar di SD 03 Kalimati (Jakarta Barat), jenjang sekolah menengah pertama di SMP 1 Negeri Cikande (Banten), selanjutnya jenjang sekolah menengah akhir di SMA Negeri 1 Cikande (Banten), Lalu melanjutkan kuliah di UN PGRI Kediri dengan mengambil program studi bahasa inggris. Sewaktu kecil Shandy menghabiskan waktunya di Jakarta, sebelum pada akhirnya tahun 2010 keluarganya memutuskan untuk pindah ke Nganjuk, Jawa Timur.
Shandy memulai awal graffitinya ketika berumur 12 tahun di Jakarta. Berawal dari sebuah coretan kecil diselembar kertas, sampai akhirnya dia bertemu dengan orang yang mengajarkannya tentang seni (graffiti). Dari awal Shandy tidak memiliki jiwa seniman, dia belajar graffiti secara otodidak. Dia memutuskan untuk mengambil nama Sack’it sebagai julukannya dalam dunia graffiti karena dia merupakan penggemar berat dari grup band “Nsane 5”, maka dari situlah nama Sack’it muncul. Nama Shandy Sack’it saat ini menjadi perbincangan banyak orang khususnya di kalangan para remaja.
“Graffiti itu menarik, memacu adrenalin, bisa mendapat respon secara langsung dari publik, dan graffiti itu tujuannya memperindah kota bukan merusak kota” kata Shandy saat itu. Shandy mulai menggambar di dinding jalan pada tahun 2008, sebelumnya dia hanya menggambar di media kertas atau lebih di kenal dengan sketch dan membuat kata – kata (Quote)
Saat ini banyak karya yang sudah digambarnya, mulai dari dinding tua di sekitar Jakarta Barat, Jogja, Surabaya, Malang, Nganjuk, Kertosono, dan Kediri. Dia juga mengikuti Pro Jam dan beberapa event – event besar di beberapa kota, sehingga dari situlah dia bertemu dengan artis – artis graffiti lainnya. Selain graffiti, dia juga mendalami hobinya yaitu sebagai dancer dan penyanyi.
Tips Mencuci Jeans Kesayangan, Biar Tetap Kece!
Oleh : Ira Ervina (14.1.01.07.0048)
Hampir setiap orang pasti punya pakaian yang berbahan jeans, biasanya sih kalo ga celana ya jaket. Tapi sebagian besar pemilik pakaian berbahan jeans belum paham bagaimana seharusnya merawat jeans agar tetap awet dan warnanya terjaga. Banyak yang beranggapan cara mencuci bahan jeans sama saja seperti merawat bahan pakaian lainnya. Padahal beda lho gaes!
Kebanyakan hanya mencuci jeans dengan cara yang biasa seperti direndam air sabun lalu dikucek atau disikat. Tapi kadang mencuci jeans secara manual adalah kegiatan yang cukup melelahkan karena bahannya yang terlalu tebal dan terbilang cukup berat saat sudah terendam dengan air. Oleh karena itu banyak orang pun memilih cara instan dengan mencucinya dengan mesin cuci dengan detergen.
Emang lebih praktis dan ringan sih, tapi ternyata pemakaian detegen dan mesin cuci tidak dianjurkan untuk mencuci pakaian berbahan jeans lho gaes, karena bisa merusak warna dan bahan jeans itu sendiri. Nah berikut ini kita akan kasih tau beberapa tips mencuci jeans yang baik dan benar.
Jangan mencuci jeans terlalu sering
Mencuci jeans terlalu sering hanya akan membuat warnanya jadi cepat memudar. Kalau jeans yang dipakai tidak terlihat ada kotoran menempel, sebenarnya tidak perlu mencucinya setiap kali abis dipakai gaes. Cukup diangin-anginkans aja biar tidak lembab.
Hindari mesin cuci
Jeans memang merupakan salah satu pakaian yang cukup berat bahannya. Itulah mengapa banyak orang lebih memilih untuk mencucinya menggunakan mesin cuci dari pada menggunakan tangan. Tapi secara tidak langsung mencuci jeans menggunakan mesin cuci justru membuat bahan jeans jadi cepat rusak. Jadi kalau bias jangan memakai mesin cuci ya gaes. Tapi kalau bro dan sist kepepet memakai mesin cuci, ada tipsnya kok, yaitu balik celana jeans dan hanya mencucinya pada pengaturan mesin cuci yang paling halus.
Jangan gunakan detergen
Nah yang satu ini juga hal yang paling sering dilakukan, yaitu mencuci jeans dengan detergen. Mencuci jeans menggunakan detergen mungkin akan membuatnya nampak lebih bersih dan wangi, tetapi ternyata itu bisa menyebabkan warna jeans jadi gampang memudar. Untuk mencegah hal itu, sebaiknya pakai bahan pembersih lain yaitu cuka untuk mencuci jeans. Cukup rendam jeans dalam bak air dingin yang telah dicampur dengan secangkir cuka. Jangan khawatir masalah bau cukanya gaes, karena setelah kering bau cuka tersebut akan hilang dengan sendirinya. Tapi kalau tidak mau menggunakan cuka, bisa merendam jeans tersebut dalam bak atau ember yang berisi air hangat dan gunakan detergen lembut secukupnya. Rendam selama 20 menit lalu bilas dengan air hangat.
Cukup bersihkan di area yang terkena noda
Lalu kalau terkena noda gimana ya? Nah ketika jeans kamu terkena noda yang tidak terlalu parah, tidak perlu mencuci jeans secara keseluruhan. Cukup bersihkan saja pada bagian yang terkena noda. Gunakan kain untuk membersihkannya kemudian gunakan kain basah untuk membasahi daerah yang terkena noda kemudian gosok sampai noda benar-benar hilang.




Komentar