"BERITA LANGSUNG"
OLEH : INDAH AYU KUMALASARI (14.1.01.07.0042)
PBSI / UN PGRI KEDIRI
Warga Desa Segawe Bunuh Diri Deng an Cara Gantung Diri
OLEH : INDAH AYU KUMALASARI (14.1.01.07.0042)
PBSI / UN PGRI KEDIRI
Warga Desa Segawe Bunuh Diri Deng an Cara Gantung Diri
Kusno (65), seorang
kakek ditemukan tewas akibat gantung diri.
Peristiwa itu terjadi
di dapur rumahnya sendiri sekitar pukul 09.30 wib, kamis (6/4/2017).
Dari keterangan istri
korban, Muji (60), korban yang tinggal satu rumah dengannya seperti biasa pada
pukul 08.00 wib berangkat mencari rumput di kebun.
Selesai mencari rumput
sekitar pukul 09.30 wib dan menaruh rumput dikandang. Lalu istrinya menuju
dapur dan mengetahui suaminya sudah dalam keadaan menggantung dengan seutas
kabel televisi.
Dari hasil pemeriksaan
petugas medis Puskesmas Pagerwojo, tidak ditemukan tanda-tanda adanya tindak
kekerasan.
Oleh karena itu jenazah
langsung diserahkan kepada pihak keluarga korban untuk segera dilakukan proses
pemakaman.
07 Apr 2017
Puluhan siswa Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) di Tulungagung, Jawa Timur, terpaksa harus mengikuti
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) susulan, Penyebabnya adalah, soal ujian
tersebuttidak muncul di komputer saat pelaksanaan UNBK.
Koordinator Proktor
UNBK SMK Tulungagung, Junaedi, mengatakan, untuk materi kejuruan memang ada
beberapa jurusan yang mengalami masalah yaitu dari jumlah 40 soal ujian ada
lebih 10 soal di antaranya tak muncul di layar.
“Ada kendala serve dari
pusat. Sehingga materi ujian antara lain rekayasa perangkat lunak, desain
komunikasi visual, multimedia, patiseri, perbankan, dan teknik gambar
bangunan". Siswa yang harus mengikuti ujian susulan pada 18-19 April
adalah 32 siswa di SMK Negeri 1 Boyolangu dan 18 siawa di SMK Negeri 2
Boyolangu.
Junaedi menambahkan,
siswa lainnya yang belum ikut UNBK pada 3-6 April kemarin ditoleransi bisa ikut
ujian susulan itu. Berbagai persoalan itusudah diketahui oleh Dinas Pendidikan
setempat. Hasil evaluasi selama pelaksanaan ujian itu, diakui masih banyak
masalah.
Saat pelaksanaan ujian
itu, gangguan jarinagn juga sempat mengganggu pelaksanaan selama 20 menit.
Keterbatasan perangkat komputer juga membuat siswa tak bisa mengerjakan ujian
secara bersama-sama.
Bupati Tulungagung
Syahri Mulyo mengakui adanya sejumlah kendala selama pelaksanaan UNBK usai
sidak dan evaluasi pelaksanaaujian.
“ini peseta UNBK tiap
hari dibagi menjadi tiga sesi karena fasilitas komputer yang terbatas.”kata
Syahri Mulyo”.
Cuaca
Ekstrem Paksa Nelayan Tulungagung Tidak Melaut

Tulungagung- suasana di
Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Popoh di Desa Besole, kecamatan Besuki,
Tulungagung, Jawa Timur, tampak sepi. Beberapa nelayan duduk sembari ngobrol
ringan, sebagaian lagi memperbaiki jaring dan perahu mereka di dermaga.
Tidak ada aktivitas
bongkar muat ikan hasil tangkapan nelayan. Pemandangan itu sudah terjadi sejak
dua tahun terakhir. Para nelayan tidak berani melaut karena cuaca ekstrim yang
berkepanjangan. Hujan terus mengguyur disertai lebih dari 2 meter.
Salah seorang nelayan,
Anggi Aprilliyanto menyebut para nelayan di Teluk Popoh ragu kalau tetap
memeksakan diri melaut karena cuaca buruk sejak 2 tahun terakhir ini. Tidak ada
ikan yang bisa ditangkap, “ujar Anggi di Tulungagung, jumat (7/4/2017)”.
Kalaupun mereka tetap
nekat mencari ikan, paling jauh perahu berada 1 mil dari lepas pantai. Hasil
tangkapan pun tak sebanding dengan biaya operasional. Sekali melaut, nelayan
harus merogoh uang sedikitnya 200 rb untuk bahan bakar.
Jika beruntung, sekali
melaut di sekitar teluk nelayan hanya mendapat hasil berupa udang kecil seberat
10 kilogram. Udang yang oleh nelayan setempat disebut udang dogol dan udang
umban itu merupakan bahan baku pembuatan terasi. Biasanya, udang dibeli
pedagang sebesar 40 ribu.
“ikan tak ada, di
sekitar teluk hanya mencari udang. Itupun hasilnya tak pasti, lebih sering
pulang tanpa hasil tangkapan” tutur Anggi.
Komentar