"BERITA LANGSUNG"
OLEH : ELSA ARISTANTYA APRILIANI (14.1.01.07.0068)
PBSI / UN PGRI KEDIRI
GEBYAR WISUDA SANTRI
SLUMBUNG – acara wisuda santri TPQ Tarbiyatul Mubtadi-ien Desa Slumbung Kecamatan Ngadiluwih pada hari Minggu (09/04) digelar dengan sangat meriah pada malam hari. Wisuda santri tersebut termasuk angkatan ke -23 yang diselenggarakan oleh ketua TPQ Tarbiyatul Mubtadi-ien dan diikuti 150 santri.
Acara wisuda tersebut rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Setiap santri yang sudah menempuh jilid 1 hingga katam Al-Qur’an juz 30, maka berhak mengikuti acara wisuda tersebut. Rata-rata anak usia 7 hingga 8 tahun sudah mengikuti prosesi wisuda. Anak-anak yang sudah di wisuda tersebut sangat lancar dalam membaca Al-Qur’an. Selain digembleng terus oleh Ustadz Ustadzahnya, orang tua santri tersebut juga mensuport dan tidak bosan-bosannya untuk menyuruh anaknya belajar terus. Hingga tidak heran bahwa santri yang belajar Al-Qur’an di TPQ Tarbiyatul Mubtadi-ien menjadi anak yang berkepribadian santun.
TPQ Tarbiyatul Mubtadi-ien tersebut sudah terkenal antar Desa. Bahkan banyak santri selain Kecamatan Ngadiluwih yang belajar Al-Qur’an di TPQ Tarbiyatul Mubtadi-ien tersebut. Pembelajaran Al-Qur’an dilakukan setiap hari kecuali hari Jum’at mulai pukul 16.00-17.00 WIB. Jumlah santri mulai dari jilid 1 sampai juz 30 berkisar 500 santri. Setiap pergantian jilid, diselenggarakan juga ujian untuk tingkatan ke jenjang berikutnya.
Sebelum acara prosesi wisuda, ketua panitia memberikan hadiah kepada santri berprestasi. “Kami memberikan hadiah untuk santri berprestasi sebanyak 5 santri, karena mereka memang layak untuk mendapatkan hadiah. Hadiah tersebut berupa Al-Qur’an sebagai kenang-kenangan dan untuk selalu mengamalkan ayat-ayat Al-Qur’an”. Ujar H. Fitroni selaku Kepala TPQ Tarbiyatul Mubtadi-ien.
LALAT MERESAHKAN WARGA
TUGU – Peternak ayam potong yaitu Hariyanto (49) warga Dusun Tugu Desa Cendono Kecamatan Kandat sangat senang karena pada hari Selasa (11/04) hasil panennya melimpah ruah, karena hasilnya kali ini mendapatkan laba yang sangat besar yaitu setiap satu kandang ayam mencapai Rp 25 juta.
Berbeda dengan panen sebelum-sebelumnya. Apalagi saat ini kandang ayamnya berjumlah 6. Dan setiap satu kandang berisi 100 ekor ayam potong. Hasil panen kali ini memang tidak diduga sebelumnya. Tetapi hasil dari panennya itu membuat warga resah dengan banyaknya lalat yang berada di sekitar rumah warga. Tidak hanya hinggap di makanan saja, melainkan di tempat orang-orang yang lagi bersantai juga dihinggapi. Hal itu membuat warga di sekitar tidak nyaman berada di rumahnya sendiri. Peternak ayam potong ini sebetulnya merasa tidak enak dengan warga di sekitar, sehingga memberi satu ekor ayam kepada masing-masing tetangganya karena mungkin untuk menebus rasa tidak nyaman yang sedang dialami warga sekitar.
Pernah ada tetangga yang demo tentang hal ini, namun peternak ayam potong itu hanya bisa meminta maaf jika mengganggu aktifitas warga sekitar. Tetapi dalam benak tetangga yang demo itu merasa tetap mengganggu aktifitasnya. Peternak ayam potong itu hanya minta maaf tanpa memberikan solusi untuk mengatasi hal itu.
Lebih sedihnya lagi ada warung nasi pecel dan tumpang di sekitar peternak ayam itu. Jika musim panen, penjual nasi yaitu Umi Sa’adah hanya bisa mengelus dada karena banyaknya lalat yang mengerubungi makanan di warungnya. “Pernah ada orang yang mampir di warung saya untuk sarapan, kemudian orang itu tahu bahwa banyak lalat yang ada di dalam warung tanpa berpikir panjang, orang itu tidak jadi sarapan.” Ujar Umi Sa’adah. Memang sangat meresahkan warga jika terus-terusan setiap panen selalu seperti itu. Penyebab dari banyaknya lalat juga disebabkan oleh faktor pembersihan kandang. Karena tidak tekun dalam bersih-bersih kandangnya, hal itu dapat memicu banyaknya lalat.
PANEN MELAMBUNG TINGGI
TUGU – petani sayur, Misbachudin (35) warga Dusun Tugu Desa Cendono Kecamatan Kandat merasa senang dengan hasil panennya bulan ini. Karena pada bulan-bulan sebelumnya, hasil panennya tidak sesuai harapan. Pada hari Sabtu (08/04) harga gambas Rp 3000 rupiah/kg. Pada saat panen ini, petani tersebut dapat memanen 30 kg dalam sehari.
Jika harga sayuran sedang murah, rupiah yang di dapat petani tersebut tidak seperti pada saat ini. Harga gambas pada bulan-bulan sebelumnya hanya Rp 1000 rupiah/kg. Jadi terkadang tidak mendapatkan laba, tetapi biaya malah bertambah. Karena dari tahun ke tahun harga sayuran itu tidak menentu, terkadang naik terkadang juga turun.
Meskipun harganya turun, petani tersebut tidak menjadi masalah bagi dirinya. Karena banyak lahan yang dimilikinya dan bermacam-macam sayuran yang ditanaminya. Seberapa pun hasil panennya, tetap ditekuni oleh petani karena memang pekerjaan kesehariannya. Terkadang melihat kerja kerasnya yang tiap hari harus pergi ke sawah, membuat petani merasa hampir putus asa. Karena menanam gambas itu penuh dengan kesabaran dan ketelatenan. “Setiap panen tidak tentu, apalagi sejenis sayuran seperti gambas”. Ujar Misbachudin. Memang menanam sayuran terkadang hasilnya tidak menentu, berbeda dengan cabe merah



Komentar